Posted by : Unknown
Senin, 06 November 2017
SPERMATOPHYTA
(TUMBUHAN BERBIJI)
A.
Pengertian Biji
Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal
biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung
oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae).
Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang
termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai
untuk pertumbuhan. (Lihat pergiliran keturunan).
Dengan demikian biji telah
memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam reproduksi dan
pemencaran Spermatophyta (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji; bahasa
Yunani: sperma biji, phyton tumbuhan); dibandingkan dengan tanaman yang lebih
primitif seperti lumut, lumut hati dan pakis, yang tidak memiliki biji dan
menggunakan cara lain untuk menyebarkan diri. Ini tampak pada kenyataan bahwa
tumbuhan berbiji mendominasi relung-relung biologi sejak dari padang rumput
hingga ke hutan, baik di wilayah tropis maupun daerah beriklim dingin.
Kata "biji" adalah pinjaman
dari bahasa Sanskerta, bija. Kata "biji" acap dipertukarkan
penggunaannya dengan "benih" dan "bibit". Dalam istilah
teknis pertanian dan kehutanan, "benih" adalah biji yang dipersiapkan
khusus untuk menghasilkan tanaman baru, sedangkan "bibit" (atau juga
disebut "semai") adalah tanaman (atau hewan) muda siap tanam (kalau
hewan, siap dibesarkan) setelah ditumbuhkan atau dibesarkan sampai umur
tertentu atau hasil perbanyakan tanaman dengan cara yang lain (misalnya
cangkok, stek, okulasi dan lain-lain).
Di samping itu dalam bahasa awam kata
"biji" juga kerap dilekatkan secara kurang tepat: 'biji' padi
(gabah), 'biji' jagung, dan 'biji' bunga matahari—misalnya—yang secara botani
sesungguhnya adalah buah kering tak memecah, sementara bijinya yang sejati
terletak di dalamnya. Juga 'biji' mangga dan 'biji' aneka buah batu lainnya,
yang sebetulnya biji terlapis oleh endokarp; yakni bagian dalam buah yang
mengeras atau liat untuk melindungi biji yang sesungguhnya.
B.
Pengertian Tumbuhan Biji Bijian
Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta (Yunani,
sperma=biji , phyton=tumbuhan) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki ciri
khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji merupakan bagian yang
berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu
lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyer bukan atau persarian yang
diikuti oleh pembuahan.
Apa Itu
Biji-bijian?
Biji-bijian adalah seluruh biji (atau kernel) dari
sebuah tanaman. Sebuah benih tunggal dari gandum mengandung tiga bagian yang
berbeda: kulit biji, endosperm dan benih. Jika tiga bagian dari gandum
dimasukkan, makanan dianggap sebagai gandum.
Kulit biji. Lapisan luar benih: kaya akan serat,
vitamin B, 50% sampai 80% dari mineral biji-bijian, dan fitokimia untuk
meningkatkan kesehatan Anda.
Benih. Embrio di dalamnya: kaya akan vitamin B,
vitamin E, trace mineral dan sejumlah kecil lemak tak jenuh yang sehat,
fitokimia dan antioksidan.
Endosperm. Saripati: mengandung karbohidrat,
beberapa jenis protein dan sejumlah kecil vitamin B. Butiran ini digiling,
retak, atau dipipihkan termasuk dengan kulit biji, benih, dan sebagian besar
saripati kernel (endosperm).
Beberapa contoh biji-bijian yang mudah kita temui
adalah: gandum, oatmeal, biji jagung, beras merah, beras putih, gandum utuh,
amaranth, millet, quinoa, dan soba.
C.
Ciri Umum Spermatophyta
Tumbuhan berbiji mempunyai generasi sporofit lebih
kompleks dibanding lumut dan paku. Alat perkembangbiakan terdapat pada organ
bunga (kumpulan sporofil) atau berupa strobilus. Sementara itu, kumpulan
sporofil pada tumbuhan paku belum membentuk bunga. Sel kelamin (gamet) jantan
terdapat dalam serbuk sari dan gamet betina terdapat pada kantong embrio.
Proses penggabungan sel gamet jantan (sperma) dan sel gamet betina (sel telur)
terjadi melalui buluh serbuk sari. Oleh karena itu, Spermatophyta disebut juga
Embryophyta Siphonogama.
Tumbuhan berbiji sudah dapat dibedakan secara jelas
menjadi akar, batang, dan daun. Tubuhnya bersifat multiseluler (tersusun oleh
banyak sel) dengan ukuran tubuhnya besar atau makroskopis dan mempunyai
ketinggian bervariasi. Tumbuhan berbiji memiliki jaringan pembuluh yang
bervariasi dan terdiri dari floem, berfungsi untuk mengangkut bahan makanan
yang berasal dari daun ke seluruh tubuh tanaman, serta xylem, berfungsi untuk
mengangkut air dan mineral dari dalam tanah. Pada umumnya, tumbuhan berbiji
(kecuali tumbuhan parasit) bersifat autotrof atau dapat mensintesis makanan
sendiri melalui fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan berbiji merupakan
organisme fotoautotrof. Sebagian besar mempunyai tempat hidup (habitat) di
darat (misalnya: mangga, rambutan, dan jambu). Ada pula tumbuhan berbiji yang
hidup mengapung di atas air (misalnya: enceng gondok). Tumbuhan biji
berkembangbiak secara aseksual maupun secara seksual.
D.
Struktur Biji
Bagian-bagian biji apokat memperlihatkan kulit biji,
endosperma, dan embrio.
Pada umumnya biji memiliki tiga bagian utama, yakni
:
·
lembaga
(embrio).
·
cadangan
makanan untuk pertumbuhan embrio.
·
pelindung
biji, yakni kulit biji.
1. Lembaga (embrio) adalah jaringan bakal tumbuhan
dari mana tumbuhan yang baru akan berkembang manakala kondisi lingkungannya
sesuai. Lembaga ini memiliki satu helai daun lembaga (kotiledon) pada
tetumbuhan berkeping satu (monokotil); dua helai daun lembaga pada hampir semua
tetumbuhan berkeping dua (dikotil); dan dua atau lebih pada tetumbuhan berbiji
terbuka (Gymnospermae). Selanjutnya lembaga juga memiliki calon akar yang
disebut radikula dan calon tunas yang disebut plumula. Calon batang yang terletak
di atas titik perlekatan daun lembaga disebut epikotil, dan yang terletak di
bawahnya disebut hipokotil.
2. cadangan makanan, yang diperlukan oleh tumbuhan
baru ketika mulai tumbuh membesar. Bentuk nutrisi yang disimpan bervariasi
tergantung pada jenis tumbuhan tersebut. Pada Angiospermae, cadangan ini
bermula dari jaringan yang disebut endosperma, yang berasal dari tetumbuhan
induk melalui proses pembuahan ganda. Endosperma yang biasanya triploid ini
kaya akan minyak nabati atau zat pati dan protein.
Pada Gymnospermae seperti halnya konifera, jaringan
makanan cadangan ini berasal dari bagian gametofit betina, jadi bersifat
haploid. Pada beberapa spesies, lembaga melekat pada endosperma atau gametofit
betina, yang cadangan makanannya kelak digunakan ketika lembaga berkecambah.
Pada jenis-jenis yang lain, cadangan makanan pada endosperma telah diserap
lembaga dalam tahap perkembangan biji, dan kemudian disimpan di dalam daun
lembaga. Dalam kasus terakhir ini, biji yang telah masak tidak lagi memiliki endosperma
dan disebut biji eksalbumina (exalbuminous seeds).
Beberapa contohnya adalah biji kacang-kacangan
(misalnya buncis, kacang merah, dan kacang ercis), pasang, lobak, dan bunga
matahari. Sementara biji yang tetap memiliki endosperma hingga masak dikenal
sebagai biji albumina (albuminous seeds). Kebanyakan monokotil (misalnya
jenis-jenis rumput dan palma), sebagian dikotil (misalnya jarak), dan semua
Gymnospermae memliki tipe biji albumina ini.
3. Kulit biji (testa) berkembang dari jaringan
integumen yang semula mengitari ovula (bakal biji). Tatkala biji masak, kulit
biji ini dapat setipis kertas (misalnya pada kacang tanah) atau tebal dan keras
seperti pada kelapa. Kulit biji ini berguna untuk menjaga lembaga dari
kekeringan dan kerusakan mekanis.
Di samping ketiga bagian utama biji di atas,
beberapa spesies memiliki bagian tambahan pada biji yang dihasilkannya;
misalnya salut biji (arilus) pada pala, rambut pada kapas, atau sejenis
struktur yang mengandung minyak yang disebut elaiosome (misalnya pada biji
jarak dan biji aneka jenis Euphorbiaceae lainnya). Biji-biji juga acap memiliki
tanda bekas tali pusat yang disebut hilum (pusar atau pusat) dan rafe (garis
biji).