Posted by : Unknown
Selasa, 07 November 2017
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Swt yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,Kami
panjatkan Puja dan Puji Syukur atas kehadirat-Nya,yang telah melimpahkan rahmat
,hidayah,dan inayahnya,kepada
kami,sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah tentang Riwayat hidup Ibnu Rusyd besrta karyanya.
Makalah ini telah kami susun denga n
maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk itu kami menyampaikan banyak
terimakasih.
Akhir kata kami berharap semoga
makalah ini bermanfaaat untuk para siswa,khususnya bagi kami.Mohon maaf bila
banyak kelebihan atau kekurangannya,karena kelebihan datangnya dari Allah
Swt,kekurangannya datang dari kami.
Garut,November 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Kenyataan yang tak terbantahkan bahwa
kemajuan peradaban Barat,sejak abad ke-12 tidak terlepas dari sumbangan
peradabn arab islam yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh filosof saintis muslim.Orang-orang barat menimba ilmu
dari orang-orang islam dan membangun peradaban,mereka setelah mendapat sentuhan
dari peradaban islam.Oleh karena itu Gustave Lebon mengakui bahwa orang Arablah
yang memyebabkan Barat mempunyai peradaban,mereka adalah imam bagi Barat selama
6 abad.demikian juga Room landau menegaskan bahwa orang arab islam,ialah
orang-orang bart islam,ialah orang-orang arab
belajar berfikir objektif dan menurut logika.Arab telah mumbukakan mata
barat untuk belajar berlapang dada dan mengembangkan toleransi terhadap kaum
minoritas.Hal tersebut membawa barat kepada kamajuan peradaban dan ilmu
peengetahuan.
Di Andalusia,tepatnya di kota Cordovalahir
seorang filosof muslim terkenal bernama Ibnu Ruysd,pada saat itu Andalusia
merupakan salah satu pusat peradaban islam yang maju dan cemerlang serta banyak
memghasilkan banyak ilmuwan-ilmuwan besar seperta ibnu majjah,dan ibnu
thufaill.Di sisi lain Eropa masih berada dalam zaman kegelapan.kebodohan dan
terkungkung dalam hegemoni kekuasaan gereja,sehingga dapat dilihat sejarah
bahwa dengan munculnya peradaban islam di Andalusia telah menjadi jembatan bagi eropa,untuk mengetahui dan
mempelajari ilmu pengetahuan khususnya filsafat.dengamn demekian dunia islam
telah memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan eropa,salah satunya adalah
kontribusi yang diberikan oleh Ibnu Rusyd terutama dalam bidang filsafat dengan
melalui berbagai macam karya karyanya.
1. Biografi
Ibnu Rusyd
2. Riwayat
Pendidikan
3. Karya-Karya
Ibnu Rusyd
4. Pemikiran-Pemikiran
Ibnu Rusyd
5.
Pengaruh Pemikiran Beliau Bagi Dunia
1.
Menambah wawasan tentang Ibnu Rusyid dan
kehidupannya sebagai filosof
2.
Memahami hasil pemikiran Ibnu Rusyd dan
Karya-Karyanya
3.
Sebagai bahan diskusi atau belajar kelompok.
Ibnu
Rusyd (Ibnu Rushdi, Ibnu Rusyid, 1126 – Marrakesh, Maroko, 10 Desember 1198)
dalam bahasa Arab ابن رشد dan dalam bahasa
Latin Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia). Nama lengkapnya
adalah Abdul Walid Muhammad bin Ahmad bin rusyd. Kakeknya seorang konsultan
hukum dan menjadi qadli & imam masjid besar di Cordova. Ayahnya seorang
hakim (qadli). .Sementara itu, banyak saudaranya menduduki posisi penting di
pemerintahan. Latar belakang keluarganya
itulah yang sangat mempengaruhi proses pembentukan tingkat intelektualitas Ibnu
Rusyd di kemudian hari.
Ibnu
Rusyd adalah seorang ilmuwan muslim yang cerdas dan menguasai banyak bidang
ilmu, seperti al-Quran, fisika, kedokteran, biologi, filsafat, dan astronomi.
Ia juga dikenal sebagai seorang yang ahli dalam bidang kedokteran, sastra,
logika, ilmu-ilmu pasti, di samping sangat menguasai pula pengetahuan
keislaman, khususnya dalam tafsir Al Qur’an dan Hadits ataupun dalam bidang
hukum dan fikih. Bahkan karya terbesarnya dalam bidang kedokteran, yaitu Al
Kuliyat Fil-Tibb atau (Hal-Hal yang Umum tentang Ilmu Pengobatan) telah menjadi
rujukan utama dalam bidang kedokteran. Ibnu Rusyd adalah seorang dokter tokoh
perintis ilmu jaringan tubuh (histology). Ia pun berjasa dalam bidang
penelitian pembuluh darah dan penyakit cacar.
Sebagai
seorang yang berasal dari keturunan terhormat, dan keluarga ilmuan terutama
fiqih, maka ketika dewasa ia diberikan jabatan untuk pertama kalinya yakni
sebagai hakim pada tahun 565 H/1169 M, di Seville. Kemudian iapun kembali ke
Cordova, sepuluh tahun di sana, iapun diangkat menjadi qhadi, selanjutnya ia
juga pernah menjadi dokter Istana di Cordova, dan sebagai seorang filosof dan
ahli dalam hukum ia mempunyai pengaruh besar di kalangan Istana, terutama di
zaman Sultan Abu Yusuf Ya’qub al-Mansur (1184-99 M). Sebagai seorang fiolosof,
pengaruhnya di kalangan Istana tidak disenangi oleh kaum ulama dan kaum fuqaha.
Sewaktu timbul peperangan antara Sultan Abu Yusuf dan kaum Kristen, sultan
berhajat pada kata-kata kaum ulama dan kaum fuqaha. Maka kedaan menjadi
berubah, Ibnu Rusyd disingkirkan oleh kaum ulama dan kaum fuqaha. Ia dituduh
membawa aliran filsafat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, akhirnya Ibnu
Rusyd ditangkap dan diasingkan ke suatu tempat yang bernama Lucena di daerah
Cordova. Oleh sebab itu, kaum filosof tidak disenangi lagi, maka timbullah
pengaruh kaum ulama dan kaum fuqaha. Ibnu Rusyd sendiri kemudian dipindahkan ke Maroko dan meninggal di
sana dalam usia 72 tahun pada tahun 1198 M.
Pendidikan Ibnu Rusyd sangat bagus.Ia
memanfaatkan lingkungan yang kondusif seoptimal mungkin untuk kegiatan
keilmuwan sampai-sampai ia tidak pernah absen dari kegiatan bekajar setiap
malam,kecuali di malam ayahnya meninggal dan malam pertama perkawinannya.Maka
tidak heran jika akhirnya menjadi seorang tokoh yang di kagumi karena
kemahirannya dalam berbagai disiplin ilmu,termasuk ilmu fiqih,filsafat,dan
kedokteran serta matematikanya.
Kemahiran dibidang ilmu fiqih ini
jasanyayang sekaligus merupakan guru pertamanya dalam bidang tersebut.Melalui
pembelajarn ini ayah Ibnu Rusyd dapat menghapal kitab al-muwatha karagan imam
malik.Selain dari ayahnya,penguasaan ilmu pengetahuan didapat dari gurunya
juga,yang bernama Al-Hafidz Abu Muhammad Ibn Rizq,Abu AL-Qosim,Ibnu
Basykuwal,Abu Marwan,Ibu Massarah,Abu Bakar Ibn samhun,Abu Ja’far Ibn Abd
Al-Aziz dan Abdulloh Al Ma’zari.
·
Bidayat Al-Mujtahid (kitab ilmu fikih)
·
kulliyaat fi At-Tib (buku kedokteran)
·
Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-HikmahWaAsy-Syari’at
(filasafat dalamislam dan menolak segala paham yang bertentangan dengan filsafat).
Pemikiran ibnu rusyd terlihat ketika
terjadi polemik antara Imam Al-ghazali.Ketidak sepakatan Al-Ghazali terhadap
pemikiran filsafat Ibnu Rusyd (hinggamengkafirkan) yang di tuangkan dalam
bentuk tulisan berjudul “tahafut al-tahafut” (keracunan dari keracunan).
Menurut penilaian ibnu rusyd, Al-Ghazali
telah mengisibukunya tahafut falasifah denganpikiran-pikiran sufistik, dan kata-katanya tidak sampaipada
tingkat keyakinan serta tidak mencerminkan hasil pemahaman terhadap filsafat
itus endiri
Pembicaraan Al-Ghazali terhadap
pemikiran filusof-filusof dengan cara demikian, tidak pantas baginya, sebab
tidak lepas dari dua hal. Pertama, ia sebenarnya memahami pemikiran-pemikiran tersebut,
tetapi tidak di sebutkan disini secara benar-benar, dan denagan demikian maka ia
membicarakan sesuatu yang Tidak dikuasainya, dan ini adalah perbuatan orang-orang
bodoh. Menurut Ibnu Rusyd, kedua kemungkinan tersebut sebenarnya tidak terdapat dalam diri Al-Ghazali. Akan
tetapi “kuda balab kadang –kadang terantuk” kata pepatah. Danbagi Al-Ghazali,
terantuknya itu ialah karena menulis buku
tahafut-nya tersebut . Boleh jadi penulisanya
itu dilakukan karena melayani selera
masa dan lingkunganya polemik hebat keduanya
misalnya dalam masalah kebangkitan kembali manusia setelah meninggal.
MenurutIbnuRusyd,
pembangkitanruhiyahbukanjasmaniyah. Pandangan ini berawal dari filsafat mereka tentang
jiwa . Bagi ibnu rusyd dan juga filsuf lainya, yang bagi manusia adalah jiwanya.
Kebahagiaan dan ketenangan hakiki adalah
kebahagiaan jiwa. Sedangkan menurut ibnu rusyd juga mengajarkan bagaimana cara membangun
rules of dialogue ,dalam kaitanya memahami orang lain diluar
kita.
Teori ini di dasarkan pada tiga prinsip
epistemologi. Pertama, keharusan untuk memahami yang lain dalam system referensinya sendiri. Dalam kasusini, terlihat dari penerapan metode
aksimotik dalam menafsirkan diskursusfilosofis ilmu yunani. Prinsip kedua,
dalam kaitan relasi kita dengan barat, adalah dalam menciptakan kembali yang subur antara dua kutub dengan mengedepankan hak untuk berbeda
ibnu rusyd membela pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada kontrak diksi
antara kebenaran agama dan filsafat, tetapi jterjadi harmoni yang di maksud tidak harus
sama dani dentik. Karena itu hak untuk berbeda harus dihargai. Prinsip ketiga,
mengembangkan sikap toleransi.Ibnu rusyd
menolak cara-cara Al-Ghazali mengikuti filosuf tidak dengan tujuan mencari kebenaran,
tetapi untuk mempertanyakan tesis-tesis mereka.Dan perilaku ini menurut ibnu rusyd
tidak layak dilakukan oleh orang terpelajar, karena tujuan orang terpelajar adalah
hanya untuk mencari kebenaran bukan menyebarkan keragu- raguan.
1. Agama dan Filsafat
Masalah agama dan filsafah atau
wahyu dan akal adalah bukan hal yang baru dalam pemikiran islam,hasil pemikiran islam tentang ini tidak diterima
begitu saja oleh sebagian sarjana dan ulama islam.Telah tersebut diatas tentang
reaksi al ghazali terhadap pemikiran mereka seraya menyatakan jenis jenis
kekeliruan yang diantaranya dapat dinyatakan sebagai pemikiran sesat dan kufur
2. Metafisika
3.
Dalil wujud allah
Dalam membuktikan adanya
allah,Ibnu ruysd menolak dalil dalil yang pernah dikemukakanoleh beberapa
golongangan sebelumnya karena tidak sesuai dengan apa yang telah digariskam
oleh Syara’
4.
Dalil Inayah
Dalil ini berpijak pada tujuan
segala sesuatu dalam kaitan dengan manusia.Artinya segala yang ada ini
sijadikan untuk tujuan kelangsungan manusia.
5.
Dalil Ikhtira
Dalil ini berdasarkan pada
fenomena ciptaan segala makhluk ini,seperti ciptaan pada kehidupan benda mati
dan berbagai jenis hewan,tumbuh tumbuhan dan sebagainya.
E.
PENGARUH PEMIKIRAN IBNU RUSYD
TERHADAP DUNIA
1.
Kritik Terhadap
Al-Ghazali
Seperti disebut diatas,bahwa Ibnu
Rusyd hidup dan melontarkan pemikirannya beberap apuluh tahun setelah
al-ghazali wafat (W. 505 H 1111 M).Dimasahidupnya,Al-Ghazali mendalami
ilmu filsafat dan telah menulis buku sebagai kesimpulan tentang kajiannya
terhadap ajaran ilmu filsafat,yang terkenal adalah bukunya tahafuth
al-falisifah. Buku tersebut memang ditunjukan untuk membongkar dan
serangan terhadap paham filsafat dan membuktikan kekeliruan padanya dari ajaran
agama,khususnya filsafat Al-Farabi danIbnu Sina.Dalam kesimpulannya al-ghazali
menetapkan 20 soal sebagaibathildan pada akhir bukunya tiga soal
diantaranya adalah kafir,sehingga dari sini ia mengafirkan para filsuf.Tiga
soal tersebu tadalah:
a.
Pendapat filsuf bahwa alam itu azaliatauqadim (eternal
in the past)
b. Pendapat
filsuf bahwa tuhan tidak mengetahui juz’iyat(hal-hal yangjuz’i/individual/partikular).
c. Paham filsuf
yang mengingkari adanya kebangkitan tubuh di hari akhirat.
Menurut Aziz Dahlan,itu berarti
bahwa siapa saja yang menganut salah satu dari tiga paham tersebut ,menurut
Al-Ghazali,jatuh kedalam kekafiran polarisasi dan kesimpulan ini mampu
mempengaruhi pemahaman umat sehingga menjadi sanggahan dan serangan tajam
terhadap filsafat dan filsuf.Hal demikian berimplikasi pada sikap negative dan
penolakan umat pada ilmu ini yang akhirnya menutup pintu kajian terhadap ilmu-ilmu
filsafat didunia islam.Tetapi tidak mudah bagi orang memahami dialog-dialog dan
bantahan-bantangan yang ditulis Al-Ghazali dalam rangka memaparkan peliknya
argument dan materi kajian para filsuf,menurut yang dipahaminyadan
argument-argumen untuk menjatuhkan argument parafilsuf.Itu saja sudah cukup
bukti kehujjahan dan pengaruh keilmuan Al-Ghazali pada pemahaman keagamaan umat
saat itu.Begitu pula pelik dan resikonya memberibantahan dan sanggahan terhadap
serangan Al- yang dikafirkan
Al-Ghazali,melakukan klarifikasi paham filsafat dan menyangga hpaham Al-Ghazali
.Pembelaan terhadap para filsuf dilakukan dengan merumuskan harmonisasai agama
dan filsafatt,klarifikasi paham filsafat dilakukan dengan mengurangikan maksd filsafat yang sebenarnya tentang
soal-soal yang dikafirkan dan sanggahan terhadap Al-Ghazali dengan
mengelaborasi “kesalahan” perinsipnya.Semua itu dilakukan Ibnu Rusyd dengan
berfikir rasional dan menafsirkan agama pun secara rasional namun ia tetap
berpegang pada sumber agama itusendiri.
PENUTUP
Jika mau menilai dengan jujur,maka
usaha perdamaian agama dan filsafat yang melebihi upaya yang dilakukan para filosof
muslim seperti al-kindi,al-farabi dll.Dalam rumusannya terlihat,perpaduan utuh
kebenaran agama dan filsafat dengan argumentasi yang kokoh dan sepenuhnya
berangkat dari ajaran agama islam.Dengan keunggukan itu Ibnu Rusyd mampu
memathkan “serangan” Al-Ghazalie dengan
cara yang lebih tajam dan jelas.
Maka dari itu terlihat sikap tegas,jujur,tebuka,dan
penguasaan serta kedalaman ilmu pengetahuan pada diri-Nya terlihat seorang
filsuf islam yang paling dekat pandangan keaagamaannyadengan golongan ortodoks
dan dari riwayat hidupnya diketahui bahwa diantara filsuf islam,tidak ada yang
menyamainya dalam bidang fiqih islam.
Tentulah makalah ini,banyak terdapat
kesalahan dan kekurangan.Oleh karena itu,penulis sangat mengharapkan kritik dan
sarannya dari berbagai pihak manapun.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan pada umumnya.Dan mudah-mudahan dapat dijadikan referensi untuk
menambah khasanah keilmuan.Aamiin,,,
·
Shaikh, M.Saeed 1994.Studies in Muslim
philosophy.Delhi : Adam Publisher
·
Al-aqqad,abbas Mahmud.2003 Ibnu Rusyd : Sang
Filsuf,Mistikus,fakih,dan
·
Madjid,Nurcholis.1994.khazanah intelektual.jakarta :
Bulan Bintang
·
Zar, sirojudin.2004.fiksafat islam: filosof dan
filsafatny,Jakarta :raja grafimdo
·
Dahlan,Abdul aziz 1999.pemikiran falsafi dalam
islam.padang : iain ib press
·
Zar sirojuddin 1999.filsafat islam i.padang : iain
press